Seminar Ketenagakerjaan, Ulang Tahun, Pemilihan Ketua, dan Tasyakuran IPIT

Hari itu kami (Taufik dan Rifqi) datangnya agak terlambat, jadi seminar sudah berjalan dan sampai...

Hari itu kami (Taufik dan Rifqi) datangnya agak terlambat, jadi seminar sudah berjalan dan sampai bagian pembahasan penyitaan dokumen dan HP oleh agency dan majikan. Disitu diijelaskan bahwa hukum Taiwan menyatakan dokumen harus dipegang BMI, sedangkan majikan dan agensi tak berhak, karena dokumen-dokumen itu milik pribadi BMI. Penyitaan dokumen terjadi karena ada dokumen atau surat pernyataan yang menyatakan BMI setuju dokumen BMI disimpan mereka. Akan tetapi, mereka hanya menyimpan, sehingga kalau suatu saat BMI membutuhkan, dokumen yang tadi disimpan harus diserahkan. Kalau kita tidak dipedulikan, padahal sudah bilang ke agensi dan majikan, maka laporlah ke yang berwenang, yaitu 1955 dan TIWA (02)2595 6858.

Kalau terjadi masalah, jangan kabur, karena itu akan menjadikan masalah lebih banyak, juga jangan pernah menandatangani dokumen “setuju pulang ke Indonesia. Kalau melapor ke pihak yang berwenang, kita bisa pindah majikan.

Setelah seminar selesai, acara dilanjutkan dengan pemilihan Ketua. kandidatnya ada dua, yaitu Mas Rudi Wibowo dan Kang Mamat  (Muhammad Syaifudin). Sebelumnya kedua calon memperkenalkan diri, menyampaikan beberapa patah kata dan ditanya-tanya hadirin. Kertas suara pun dibagikan kepada anggota IPIT, dan pemilihan dimulai. Setelah kertas suara selesai dibagikan, dicoret, dan dikumpulkan, dan suara dihitung, hasilnya adalah kang Mamat 21 suara, sedangkan mas Rudi 18. Jadi ketua IPIT yang baru adalah kang Mamat sedangkan wakil ketua Mas Rudi.

Setelah pemilihan, ada sambutan dari kang Mamat yang intinya menyampaikan doa, harapan dan juga rasa syukur, lalu dilanjutkan kembali dengan audiensi. setelah selesai, acara dipotong untuk istirahat sholat dan makan. Seharusnya acara dimulai kembali jam 13.00, tapi malah kebablasan sampe jam 2. Pas acara ini juga, ada kameraman datang, kalo ga salah, itu yang dari DAI TV yang meliput.

Acara dimulai dengan pembacaan rangkaian acara. Kemudian pembacaan laporan kegiatan tahunan oleh mbak Sena yang diiringi pemutaran video kegiatan IPIT. Di sesi kedua ini, perwakilan berbagai  organisasi hadir. Toni yang pendiri IPIT dari RTI, Pak Romo yang pendiri IPIT juga, Jia jun dari TIWA, Pak Hakun mewakili PCNU dan pak Ali mewakili FOSMIT.

Setelah laporan selesai, semuanya berdiri sejenak dan mengumandangkan Indonesia Raya. Acara dilanjutkan dengan sambutan dari berbagai pihak, kemudian para pengurus baru berkumpul di depan untuk dilantik dan disumpah. Setelah Pelantikan, ada sesi hiburan dengan penampilan dari anggota IPIT, kemudian dilanjutkan dengan cerita dari mas Putu mengenai masalah yang dia alami dan rasa syukurnya.

Masalah ini menimpanya selama dua tahun, dan dia baru terbebas baru-baru ini. Masalah dimulai di akhir 2010, dimana dia saat itu berniat memperbaiki HP dan mendaftar dua kartu telpon, satunya ke warung Indonesia, satunya lagi ke toko Taiwan. Saat itu dia memakai fotokopian dokumen-dokumennya, karena yang asli dipegang majikan dan agensi. Ternyata fotokopian dokumen yang dipakai buat mendaftar kartu telepon dipakai penipu. Si Penipu  menggunakan identitas mas Putu untuk mendaftar kartu Yatai dan macam2 kartu lainnya dan menipu hampir ke seluruh taiwan, dari Hsinchu, Miaoli, Kaohsiung, tainan, dan tempat-tempat lainnya. Hal ini mengakibatkan mas Putu harus bolak balik ke kantor Polisi dan pengadilan.

Akhirnya dengan bantuan IPIT dan TIWA, masalah ini bisa diselesaikan dan mas Putu bebas. Cerita mas Putu dilengkapi Teh Nana dengan beberapa penjelasan dan poin-poin penting. Setelah semua selesai, acara dilanjutkan dengan tasyakuran dan makan-makan. [spm-opik]